Meningkatkan Kualitas Pengajaran melalui Analisis Umpan Balik Otomatis dengan Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan AI

Pendidikan merupakan proses yang dilakukan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga harus dilakukan secara profesional oleh setiap guru. Oleh karena itu, keberadaan seorang guru dalam setiap proses pembelajaran dapat bermakna bagi masyarakat dan bangsa (Veirissa, 2022). Tingkat kualitas pengajaran guru di sekolah memiliki peranan penting untuk dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan bermaksa bagi siswa, serta tingkat kualitas guru juga akan mempengaruhi terhadap perolehan prestasi dan pengalaman proses belajar setiap siswa.

Menurut Mendikbudristek, seorang guru yang hebat akan terus mau terus belajar dan menjadi guru yang terus menjadi teladan pembelajar sepanjang hayat (Nadiem, 2022). Peningkatan kualitas pengajaran adalah hal penting dalam upaya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Namun, evaluasi kualitas pengajaran sering kali bersifat subjektif dan sulit untuk diukur secara objektif. Pada saat aktivitas pembelajaran yang diberikan oleh guru pada suatu sekolah ada kala terdapat perbedaan dalam kualitas pengajaran sehingga terjadi ketimpangan antara satu guru dengan guru yang lain dan juga kurangnya variasi metode pengajaran yang efektif.

Selama lebih kurang 3 tahun mengajar di SMK Methodist 2 Palembang, saya terdorong untuk mengembangkan sistem aplikasi yang dapat memfasilitasi umpan balik dari siswa kepada guru mengenai kinerja pengajaran. Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis umpan balik tersebut, sehingga proses analisis menjadi lebih cepat dibandingkan metode umpan balik konvensional, yang sering kali memerlukan waktu lebih lama untuk menganalisis setiap masukan secara manual. Selain itu, kepala sekolah juga akan terlibat dalam memberikan respon tambahan guna meningkatkan tindak lanjut yang berpotensi untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Pendekatan ini penting karena kurangnya evaluasi yang sistematis dapat menghambat perbaikan dan perkembangan kemampuan pengajaran guru. Dengan algoritma kecerdasan buatan, sistem ini akan mampu mengolah umpan balik dari siswa menjadi informasi yang dapat digunakan untuk memahami pendapat mereka sebagai evaluasi dan menyajikan informasi yang ringkas. Harapannya, sistem ini dapat mendorong peningkatan kualitas pengajaran para guru.

Cara Kerja Aplikasi Umpan Balik Berbasis AI

Aplikasi dibangun dengan menggunakan Model Kecerdasan Buatan (AI) bernama IndoBERT (Indonesia Bidirectional Encoder Representations from Transformers) yang telah di latih/program kembali dengan karakteristik dan akan dipergunakan untuk mengelola data umpan balik (feedback) siswa. Hasil model yang telah dikembangkan dan memiliki akurasi lebih dari 88% berhasil memberikan hasil yang benar sama seperti pemikiran manusia dalam menganalisa umpan balik siswa.

Aplikasi yang dibangun memiliki 2 jenis fitur umpan balik, yaitu Daily Feedback di mana siswa dapat memberikan umpan balik kapan saja dan Session Feedback di mana siswa hanya dapat memberikan umpan balik di akhir setiap semester. Berikut penjelasan lebih mendalam dari masing-masing fitur umpan balik yang ada:


Gambar 1 : Tampilan pada Siswa

1. Daily Feedback

Daily Feedback dapat diberikan oleh siswa kepada guru tertentu kapan saja apabila siswa tersebut merasa perlu memberikan umpan balik atau komentar kepada guru mengenai proses pembelajaran yang telah berlangsung. Setiap umpan balik yang masuk ke sistem akan langsung diproses oleh sistem model kecerdasan buatan dengan mengkategorikan umpan balik tersebut masuk kedalam kategori apa dan termasuk ke sentimen positif, netral, ataupun negatif.

Umpan balik yang telah diberikan oleh siswa akan masuk ke akun guru masing-masing sesuai umpan balik siswa akan mengarah pada guru tersebut, selain itu akan masuk ke akun kepala sekolah juga dan kepala sekolah dapat memberikan rekomendasi aksi lanjutan atas menanggapi umpan balik yang diberikan oleh siswa dengan harapan dapat meningkatkan kinerja pengajaran kepada siswa kedapannya.

Hasil Umpan Balik akan dirahasiakan atas nama siswa siapa demi untuk menjaga privasi siswa tersebut.

Setiap Umpan Balik dari siswa yang akan dikategorikan dengan beberapa aspek proses pengajaran sebagai berikut:

1. Komunikasi / Penyampaian Materi
Ketegori ini akan dipilih apabila hal yang disampaikan oleh siswa mengacu pada bagaimana seorang guru menyampaikan materi atau pengajaran yang diberikan melalui perkataan dan ucapannya.
2. Metode Pengajaran
Ketegori ini akan dipilih apabila hal yang disampaikan oleh siswa mengacu pada bagaimana metode yang digunakan dalam mengajar hingga variasi metode yang diberikan.
3. Pemberian Tugas / Ujian
Ketegori ini akan dipilih apabila hal yang disampaikan oleh siswa mengacu pada bagaimana seorang guru memberikan tugas dan ujian dalam menguji kemampuan siswa.
4. Pemahaman akan Siswa
Ketegori ini akan dipilih apabila hal yang disampaikan oleh siswa mengacu bagaimana seorang guru mengerti bagaimana pola pengajaran atau memperlakukan seorang siswa.
5. Kategori Lainnya
Ketegori ini akan dipilih apabila hal yang disampaikan oleh siswa bukan merupakan 4 kategori diatas.

Gambar 2 : Tampilan pada Guru

Gambar 3 : Tampilan pada Kepala Sekolah

Pada akun miliki Kepala Sekolah dapat melihat analisis keseluruhan mengenai kinerja pengajaran para guru secara keseluruhan melalui Daily Feedback yang diberikan oleh siswa sebagai indikator pencapaian guru sekaligus refleksi atas kinerja pengajaran guru-guru.

Selain adanya dashboard analisis dari kinerja pengajaran guru, Kepala Sekolah juga bisa memberikan langsung masukan atau saran kepada setiap guru berdasarkan umpan balik yang diberikan oleh siswa sehingga peningkatan kualitas pengajaran dapat tercapai.


2. Session Feedback

Session Feedback akan diikuti oleh seluruh siswa untuk memberikan umpan balik kepada semua guru berdasarkan serangkaian pertanyaan yang telah disiapkan. Umpan balik dari siswa ini akan terakumulasi untuk setiap guru, sehingga kepala sekolah dapat melihat dengan jelas guru mana yang mendapatkan sentimen negatif terkait kinerja pengajarannya. Selain itu, kepala sekolah juga dapat melihat detail dari setiap umpan balik yang diberikan oleh siswa.

Proses analisis menggunakan kecerdasan buatan (AI) pada Session Feedback serupa dengan yang diterapkan pada Daily Feedback, di mana sistem secara otomatis mengidentifikasi dan memberikan penilaian sentimen berupa positif, netral, atau negatif. AI juga mengkategorikan umpan balik tersebut ke dalam aspek-aspek spesifik dari kinerja pengajaran, sehingga memudahkan identifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Kepala sekolah dapat melihat hasil umpan balik yang diberikan oleh siswa kepada masing-masing guru secara personal. Dengan demikian, kepala sekolah dapat menilai dengan lebih jelas apakah guru tersebut memiliki kinerja pengajaran yang baik, berdasarkan analisis otomatis yang dilakukan oleh kecerdasan buatan berdasarkan umpan balik yang diberikan oleh seluruh siswa yang diajarnya.

Gambar 4 : Analisa Umpan Balik pada Akun Kepala Sekolah



Kesimpulan

Aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran melalui analisis umpan balik otomatis. Aplikasi ini memungkinkan kolaborasi antara siswa, guru, dan kepala sekolah dalam upaya bersama untuk terus meningkatkan kinerja pengajaran. Dengan akses yang mudah oleh seluruh pihak, aplikasi ini membantu memastikan bahwa proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih baik dan terarah.

Penggunaan teknologi digital, khususnya AI, mempercepat proses analisis umpan balik, memungkinkan evaluasi yang lebih efisien terhadap kinerja pengajaran. Aplikasi ini tidak hanya mengidentifikasi apakah pengajaran sudah efektif, tetapi juga menyoroti aspek-aspek yang perlu diperbaiki, seperti kolaborasi, penggunaan teknologi, dan pemberian inspirasi kepada siswa.

Selain itu, jika seorang guru memiliki rekam jejak yang baik berdasarkan umpan balik positif dari siswa, aplikasi ini dapat digunakan oleh kepala sekolah sebagai alat untuk mendorong kolaborasi antar guru melalui sesi sharing sejawat, yang bertujuan untuk menyebarkan praktik terbaik dan meratakan kualitas pengajaran di seluruh institusi.

Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pengajaran melalui umpan balik yang terstruktur dan terukur, tetapi juga mendorong kolaborasi antar guru serta pemanfaatan teknologi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan inspiratif.